Perempuan itu baru saja melepas satu isapan rokoknya. Dia lantas memandang tajam ke arahku. “Hmm, apa kamu berencana menikah tahun depan, Vin?” tanyanya.
“No,” jawabku singkat. “Aku masih belum memikirkan itu. Persoalan yang kuhadapi masih banyak, Lil, aku mau semuanya selesai dulu. Aku menikmati ini kok. Kamu?”
Dia menggeleng pelan. Sedikit ada keraguan. “Nggaklah. Aku juga masih seneng kayak gini.”
Itulah percakapan terakhir kami di sebuah warung di suatu malam beberapa bulan lalu. Setelah itu, aku hanya sekali bertemu dia saat mau cuti, sekitar 10 hari lalu. Itu pun dia terburu-buru. Tak banyak yang kami obrolkan. Dan, kemarin …
Aku dapat kabar kalau dia menikah hari ini. Dia menikahi seorang temannya jaman SMA, entah teman atau mantan pacar, aku juga tidak tahu. Yang jelas, dia menikah. Ada kabar, dia menikah karena ditodong mamaknya yang sakit. Jadi, ketika cuti dan pulang kampung, pernikahan itu sudah disiapkan.
Kaget?
Entahlah. Aku sendiri tak bisa menggambarkan perasaanku saat mendengar kabar itu. Buatku, apa pun yang terbaik buat dirinya, itu sudah membuatku bahagia. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan untuknya.
Dan, berharap agar pernikahan ini baik baginya.
Happy wedding, Lili …