Daily Journal: The Unfinished Shawl

selalu ada cerita tentang sesuatu yang dihasilkan dari tangan. shawl warna ecru inilah salah satunya. bisa disebut istimewa, atau malah biasa saja. anyway, shawl ini nyaris jadi produk gagal.

DSC_1302[1]

i love making this one. bisa dibilang gampang sih, cuma pegel aja karena harus nambahin stitch dari 8 sampai jadi 260, hahaha … ngerjain bordernya pun sebenarnya asyik banget karena nggak terlalu ribet cuma …

dari awal, nih shawl emang udah bikin masalah. beli jarum ukuran 6.00 di toko langganan, taunya ukuran aslinya 7.5 mm. gileee … makanya boros banget benangnya! akhirnya bongkar en pakai ukuran 5.75 mm, lumayanlah, gak jadi seboros itu but …

bagian border pun terpaksa bongkar karena gak suka pola paling bawah yang langsung pake cable, so bongkar lagi dan itu udah masuk gulungan ketiga, cuma punya lima gulung aja buat benang ini

polanya bilang kalo shawl ini butuh sekitar 400 meter, segulung benang itu sekitar 100 meter, so dalam pikiran, 4 gulung udah 400 meter, tapi ternyata …

udah mau gulungan keempat bagian akhir, bordernya masih kurang, hahaha … gak tau apakah nanti masuk gulungan kelima bisa jadi ini shawl, pinginnya sih gitu …

kalo benangnya abis, ya udah, gak bakal dilanjutin lagi, soalnya benangnya gak dijual di sini, dulu dapet juga nitip temen yang kebetulan ada di Sydney en cuma beli 5 gulung, hahaha … jadi kalo abis … ya lama deh ya dapet benangnya lagi … semoga cukup …

 

Advertisements

Finally, We Text!

Image akhirnya, aku menemukan nomor teleponnya. masih ada di handphone lama, yang sudah tidak bisa hidup karena baterainya koit dan kartu sim-nya hangus.

setelah tiga hari lupa melulu, tadi, akhirnya, aku mengirimkan sms. hanya bertanya: apa nomor ini masih dipegang dia? ini aku.

agak lama aku menerima jawabannya. mungkin di sana dia sedang sibuk atau ketika menerima sms itu dia tidak punya pulsa atau sedang menerka-nerka, kenapa dia baru kirim sms sekarang? ah, entahlah, aku cukup senang ketika menerima balasan darinya. tadi siang. Continue reading

The Way of Happiness

iya, kalo mau ngikutin cara berpikir mereka, ya capek kita

Image

sejumput kalimat yang dikirim seorang teman sore ini membuat ai terhenyak.

ya, masih banyak orang di luar sana yang ingin menarik kita ke pemikiran mereka, mengikuti gaya hidup atau cara kerja mereka supaya kita bisa sama seperti mereka. sebagian mengklaim bahwa kita akan bisa bahagia dengan cara mereka. sebagian mengklaim mereka telah membuat kita bahagia dengan cara mereka.

apa itu benar? Continue reading

Shadow

would it be still love when i can’t get you out of my head?

maybe it’s love but maybe it’s only desire from despair.
it breaks my heart when i realize that not all the roses are red. there is blue, yellow, white and even black. and still, i catch your shadow in those red roses.

it wasn’t blind love you said. it was just me trying to realize that it is what it is even somehow what it is is not it is. and still, i catch your shadow.

we both know, love for us is hard to catch even it’s easy to be found. we are never meant to be. and still, i catch your shadow.

even it doesn’t hurt at all but it’s still there, hanging out inside of me. and i can’t get it out of me. i know i should. i just don’t know when. and still, i catch your shadow.

they said it will be gone when i find someone new. someone who will break this prison built inside of me with their hammer or any other tools. and, still i catch your shadow.

i won’t blame you. i won’t blame anything we’ve been through. even that you’re already gone now. and still, i catch your shadow.

i love you.

it’s not a poem or whatever it is. it’s just me, trying to reach you. you, the real you. not only a glimpse of your shadow.

One Night, with Tukang Nasi Goreng’s Story

bapak tukang nasi goreng itu kayaknya selalu punya cerita aneh tiap hari. bukan karena dia yang aneh, tapi karena pelanggannya yang suka ajaib. tadi si bapak itu barusan cerita, pernah ada seorang pelanggannya yang tiap malem selalu beli nasi goreng, suatu hari dia ngantre and ngacungin jari telunjuknya, pertanda, satu nasi goreng bungkus.

si bapak itupun membungkuskan satu nasi goreng untuk si mas2 yang disebutnya bekerja di sebuah toko tak jauh dari tempatnya mangkal. setelah membayar nasi goreng bungkusnya, si mas pun pulang. tapi, tak lama kemudian dia balik lagi ke tukang nasi goreng itu. Continue reading

Do We Really Need a Motivator?

Ada satu pertanyaan besar yang belakangan menggelantung di benak ai: do we really need a motivator?

Mungkin banyak yang bakal menjawab iya. But, haruskah dia seorang yang berpenampilan rapi, rambut klimis, punya skill komunikasi yang sangat sangat baik dan tentu saja harus dibayar?

Buat ai, motivator nggak melulu harus seperti itu. No. Continue reading

One Night at the Taxi

“mungkin saya ditakdirkan untuk jadi single parent, mbak.”

ucapan itu telontar dari seorang wanita, sebut saja mbak nani, yang berprofesi jadi sopir taksi. en, itu adalah kali pertama ai naik taksi yang pengemudinya seorang wanita.

mbak nani ini janda beranak tiga. yang besar sudah kelas 2 smp, yang kecil baru berusia 1,5 tahun. dia sudah dua kali menikah. dari suami pertamanya, dia punya dua anak dan dari suami terakhirnya, ya si bungsu itu. “saya baru pisah sama yang kedua sekitar setahun lalu,” ujarnya. Continue reading