They Don’t Forget

“Vin, Alvin, mimpimu dulu banyak yang udah keraih ya sekarang…”

Sepenggal kalimat yang untuk kali kedua kudengar dalam kurun waktu tiga tahun belakangan dari dua orang berbeda yang dua2nya sama2 I missed so much …

Yang pertama adalah orang yang selama hampir 8 tahun takkudengar beritanya sampe lebaran tahun 2010 lalu.

Dan, yang di atas, meluncur dari seseorang yang sudah 14 tahun tak pernah kudengar kabar beritanya. Dia dulu teman sebangkuku ketika kelas 3 SMA.

Kami dulu punya banyak kesukaan dan cita-cita yang hampir sama. Kami suka sepak bola, dia penggemar Steven McManaman dan Liverpool, aku pencinta AC Milan. Kami suka Oasis. Dan, kami ingin masuk Sastra Inggris.

Tapi, nasib berkata lain. Aku lolos UMPTN di jurusan itu di PTN di Solo, sedangkan dia lolos UMPTN di jurusan Pemuliaan Tanaman di PTN di Purwokerto.

Sejak itu, kami putus kontak. Sama-sama punya kehidupan sendiri.

Aku hanya mengenalnya selama setahun, in my senior year. Sebelumnya, kami tak pernah sekelas. Dan, selama setahun itu, kami suka menceritakan mimpi2 kami di masa depan. Terus, boom … She said I’ve got most what I’ve been dreaming off

You know, I forgot many part of that dream, except that New York part. Aku bilang padanya, aku pasti ke New York suatu hari nanti dan empat tahun yang lalu, aku benar-benar nginjak kaki di kota itu.

Yang bikin aku amazed adalah, she still remembered what I’ve said and that I barely knew her.

Dia nggak seperti sahabatku yang ngilang tahun 2002 lalu setelah nikah. Aku mengenal dia sejak SD dan pernah sekos bareng waktu kuliah. Sementara, teman sebangkuku itu, aku hanya mengenalnya setahun dan rasanya aku sudah menceritakan semua impianku padanya.

Sahabatku dari SD itu dengan air mata berurai memberikan selamat karena aku telah menggapai satu impianku dulu: bekerja di bidang yang sekarang sedang aku jalani. Aku bahkan sudah lupa pernah mengatakan itu padanya. Seperti teman sebangkuku itu, aku hanya ingat bagian New York-nya.

Whatever, they made me believe that life begins with dream. We dream it and we work for it to make it come true. I should be grateful and that’s something I usually forget.

God, forgive me …

Apa aku harus butuh orang-orang dari masa laluku untuk membangunkan aku bahwa aku telah menapaki jalan yang benar untuk meraih impian itu?

Ya, aku butuh mereka sebagai pengingat agar tak salah pilih jalan. Dan, tentu saja aku harus berterima kasih jika mereka pernah mendoakan aku untuk meraih semua ini. Sure, I should be very grateful … Thanks, Girls!

Yeah, good friends don’t forget, they usually remember, even in long space of time. Yeah, God is great, they were sent to keep our feet to stay on the ground. They don’t jealous, they relieve when they know that we make our dream come true.

Terima kasih telah memilihkan aku orang-orang hebat dalam hidupku, Tuhan …

And yeah: Dreams are illustrations from the book your soul is writing about you. Marsha Norman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s