Endang

namanya endang. setidaknya begitu dia menyebutkannya di akhir pertemuan singkat itu.

aku bertemu secara tak sengaja ketika menunggu boarding di shia hari minggu lalu. waktu itu, masih sekitar jam 7 malam, tapi gate check in untuk japan airlines ternyata sudah buka, padahal pesawat baru terbang jam 21.55. yah, daripada menunggu di luar, mendingan check in dulu, seenggaknya nggak perlu nyeret koper kemana-mana.

setelah check in, aku liat ada bangku kosong di dekat seorang perempuan mungil. aku duduk di situ dan perempuan berambut pendek itu pun menyapa. “berangkat kemana?” tanyanya.

“ke jepang,” jawabku.

“gajinya bagus nggak?”

aku sedikit terperangah. sesaat kemudian aku tersadar, si mbak-mbak ini pasti menyangkaku sebagai tkw yang hendak mengais yen di jepang. “wah, mbak, saya nggak kerja di sana kok, ini cuma ada kerjaan dari kantor, saya kerja di jakarta,” jawabku.

“oh, gitu, kirain mau berangkat kerja di sana. katanya sih gajinya lumayan di jepang,” sahutnya tersipu.

aku tertawa kecil. “emang mbak mau kemana?”

“ke hong kong.”

mbak endang ternyata abis cuti di indonesia dan hendak balik ke hong kong untuk kembali bekerja sebagai prt di sana. dia sudah bekerja hampir 7 taun di tempatnya sekarang. dia betah karena majikannya baik dan gajinya pun lumayan. sebelumnya, dia pernah kerja 2 taun di singapura. dia mengaku sudah 10 taun jadi tkw dan belum berniat berhenti bekerja.

“pernah sih, mbak, kepikiran pindah kerja. tapi, belum tentu saya dapat majikan sebaik yang sekarang. akhirnya, ya, udah, saya bertahan saja, biar kerjaan saya nambah sekarang karena dia barusan punya anak bayi,” papar dia. “tapi, enaknya, gaji saya juga ditambah.”

suara tertawa renyah keluar dari bibirnya saat itu. mbak endang ini begitu bersemangat menceritakan pekerjaannya di hong kong. dia mendapat libur sehari dalam sepekan. biasanya, dia habiskan buat bertemu teman2 sesama tkw yang kata dia, buanyak sekali di hong kong. “rasanya, 85% orang hong kong itu orang indonesia. mau jadi tkw atau sekadar turis, gampang banget ngeliat orang indonesia di sana,” ujarnya. dia menyebut orang indonesia sebagai orang indo, bukan indon, seperti orang malaysia.

dia pun tak lupa bercerita tentang gaya hidup para tkw di sana. kata dia, meskipun gajinya lumayan, tapi, rata2 tkw yang kerja di wilayah khusus china itu tidak bisa menabung. “ada semacam persaingan penampilan gitu deh,” kata dia. “kalo ada teman yang bisa beli jeans seharga 1 juta (rp), ya, dia pun bisa. kalo itu diturutin terus, ya, gimana mau nabung? uangnya pasti habis.”

dia beruntung karena nggak keseret gaya hidup semacam itu. pikiran tentang anaknya yang berada di cirebon dan diasuh ibunyalah yang menyelamatkannya. “anakku butuh banyak biaya. mending duitnya tak tabungin buat dia ketimbang ikut2an yang kayak gitu, nggak ada gunanya,” sahut dia.

satu hal yang membuat mbak endang miris selama kerja di hong kong adalah banyaknya tkw yang berubah jadi lesbian. kata dia, itu gaya hidup nular dari satu orang ke lainnya. sementara, gaya hidup seks bebas juga banyak dianut. dia menceritakan, entah sudah berapa orang tkw yang dia kenal menggugurkan janin atau membuang bayinya di hong kong.

cuti mbak endang di indonesia, bukan sekadar cuti. dia memanfaatkan cutinya untuk memfinalkan perceraiannya dari sang suami.

kepadaku, dia bercerita, si suami ini pengangguran. dan while si mbak endang kerja di hong kong, laki2 itu malah selingkuh dan ngabisin duit yang dikirim mbak endang tiap bulan. tak ayal, mbak endang pun merasa dimanfaatin en memutuskan buat nyerein tu laki2.

“aku nggak mau punya suami kayak gitu. katanya kerja capek. lah mau gimana, wong kalo aku boleh bilang ya, kenthu (fuck, ngentot) aja juga capek lho, tidur terus juga bikin capek, jadi ya udah, mending tak cerein aja, laki2 kok males kerja,” ujar dia.

mbak endang bilang, si laki2 ini pernah kerja di bengkel, tapi nggak bertahan lama. dia keluar karena kerja di bengkel itu membuatnya capek. “dia pernah minta uang 25 juta, katanya buat usaha. ya, udah, tak kasih, eh, ternyata abis buat main2,” kata mbak endang. “terus, dia minta lagi. nggak tak kasih. kita yang susah nyari duit, dia mau enak2 aja ngabisin. mending ada hasilnya.”

bukan cuma malesnya si laki2 yang bikin mbak endang jengkel. tapi juga perlakuannya pada si anak. mantan suaminya itu sama sekali nggak mau ngurus anaknya selama mbak endang jadi tkw. akibatnya, si anak pun jadi benci sama bapaknya. “anakku aja udah nggak mau sama bapaknya wong nggak pernah diurus. kayak nggak kenal gitu,” ujar dia.

yah, however, seperti cerita sinetron, si laki2nya ini nggak mau dicerein. dia bahkan janji bekerja dan ngurus anaknya dengan baik. but, she didn’t buy it and determined to divorce him instead. “aku udah nggak percaya sama dia,” kata mbak endang. “tapi, aku yakin kok masih ada laki2 lain di luar sana yang akan jadi suami aku kelak. mungkin aja aku sama suamiku itu nggak jodoh.”

well, yeah, cerita pun terhenti ketika sudah jam 21.00. aku harus boarding. sementara, muncul dua tkw lain yang hendak terbang ke taiwan untuk nemenin mbak endang yang sebenarnya datang kecepetan ke bandara.

jadwal terbangnya adalah jam 00.30. tapi, mbak endang sudah ada di bandara sejak jam 15.00. so … kami cuma ketawa ngakak aja waktu cerita jam berapa kami berangkat ke bandara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s