Finally, We Text!

Image akhirnya, aku menemukan nomor teleponnya. masih ada di handphone lama, yang sudah tidak bisa hidup karena baterainya koit dan kartu sim-nya hangus.

setelah tiga hari lupa melulu, tadi, akhirnya, aku mengirimkan sms. hanya bertanya: apa nomor ini masih dipegang dia? ini aku.

agak lama aku menerima jawabannya. mungkin di sana dia sedang sibuk atau ketika menerima sms itu dia tidak punya pulsa atau sedang menerka-nerka, kenapa dia baru kirim sms sekarang? ah, entahlah, aku cukup senang ketika menerima balasan darinya. tadi siang.

ada nada lega dalam pesan balasannya. ada nada senang karena pada akhirnya aku menghubunginya. dan dalam hati aku berkata: teman macam apa aku ini? tak memberi kabar apa pun kepadanya. temanku sejak di bangku sd.

dalam balasannya, dia bercerita, anaknya sudah empat. empat tahun lalu, ketika aku terakhir kali bertemu dia, anaknya sudah tiga. dan aku, sampai kini belum menikah.

kami hanya sedikit bercerita. tentang rencana lebaran dan lain sebagainya. ketika kutanya tentang kabar ibunya, sungguh, aku tak menyangka jawabannya. “ibuku sudah meninggal 10 tahun lalu. nenekku meninggal akhir januari lalu. rumah sekarang kosong. pamanku dirawat lagi di rsj.”

dan, aku semakin malu. teman macam apa aku. dulu, ketika dia menikah, sekitar 12 tahun lalu, aku hampir tak bertanya seperti apa kabar ibunya dan mungkin tak memperhatikannya.

mungkin aku lupa. terakhir kali aku ngobrol panjang dengan dia di tahun 2000. itu pun seingatku aku masih bertemu dengan ibunya. juga neneknya. setelahnya, aku tak tahu.

kami berpisah terlalu lama. tanpa kabar.

kami bertemu empat tahun lalu, tanpa sengaja. di sebuah supermarket. dia bersama suaminya, mengenakan kerudung panjang dan penutup muka, serta kaos tangan. aku, celana pendek, kaos oblong belel. dan, kami berpelukan. mungkin orang akan melihatnya dengan pandangan aneh. but, kami saling meneteskan air mata.

belasan tahun kami berpisah tanpa ada kabar satu sama lain. aku bahkan tak tahu seperti apa dia sejak dia menikah dan kemudian pindah ke luar kota.

sementara, dia drop out dari kuliah, aku masih melanjutkannya. hidup terus berjalan. kami di dua jalan yang berbeda dan mungkin tak beriringan.

hari ini aku cukup senang bisa menyapanya lagi. kadang, aku lupa kalau aku masih punya dia, seorang teman, sahabat dan entah apa yang akan kalian sematkan padanya, but she’s the best.

terima kasih. i could learn a lesson or two from you. and you just come at the right time at the moment.

wish you always happy, my dear best friend!!!

PS

for aya and aan, i hope i can do this thing to both of you too, we way too much spend our time on social media and maybe we forgot we got one who may not have this media, but i just get confused with your phone numbers, i don’t lie, you guys have those double! i am not sure which you use, if i text you, no reply … 😀

Advertisements

One response to “Finally, We Text!

  1. cerita mbak alvin, mengharukan 😥 tapi sebelumnya tetep kula nuwun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s